Tampilkan postingan dengan label Ilmu Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

Perbedaan Islam Sunni dan Islam Syiah?

     Sebenarnya, islam Sunni dan Islam Syiah adalah sama. Sama-sama berpedoman pada Al-Quran, sama-sama mengikuti nabi yang sama dan ibadah pun sama pula. Sunni adalah aliran mayoritas dari Islam, penganut Islam Sunni dari empat Mahzab (Hambali, Hanafi, Maliki dan Syafi'i) memiliki 90% dari umat Islam di dunia dan sisanya adalah Islam Syiah, yaitu 10%.
     Penyebab munculnya perbedaan aliran ini sejak wafatnya Nabi Muhammad saw dan saat itu terjadi kekosongan kepemimpinan. Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya Umar bin Khattab dan Abu Bakar Ash Shiddiq ditunjuk sebagai pengganti Rasulullah saw. Akan tetapi tidak semua orang akan terima keputusan tersebut. Kaum Syiah mengkalim telah terjadi peristiwa Ali di Ghadir Kum. Kabarnya, saat itu Rasulullah saw beserta para sahabatnya sedang beristirahat. Kemudian, Rasulullah mengangkat Ali dengan mengatakan :
      " Wahai saudaraku kaum muslimin, aku dan dia (menunjuk Ali), bagaikan Musa dan Harun. Jika sesudahku masih ada Nabi, maka dialah orangnya. Namun, jika tidak ada nabi sesudahku, maka dialah (Ali) penerusku. Kalian saksikanlah ucapanku ini wahai sekalian manusia?"
     Syiah menuntut hak Ali sebagai Khalifah. Artinya, menurut Syiah semua keturunan Ali-lah yang berhak memangku jabatan tersebut. Keadaan diperparah dengan sikap Syiah atas kematian Hussein, cucu Rasulullah dan sekaligus putra Ali. Syiah menuntut balas dendam atas Hussein dan seluruh keluarganya dibantai habis oleh Muawiyah, Khalifah pertama dinasti Ummayah di padang Karbala.
     Atas kejadian tersebut, Syiah sangat terluka, karena Muawiyah sepertinya sengaja melenyapkan semua keturunan Ali (Muawiyah khawatir mereka mendapat dukungan politisi dari umat islam pada kemudian hari jika masih hidup). Apakan kebetulan atau tidak, sejak saat itu keturunan Rasulullah melalui Ali ditakuti dan disingkirkan oleh dinasti-dinasti yang mengaku sebagai dinasti Islam. Sementara itu, Sunni tidak bersikap antipati seperti Syiah. Syiah yang memiliki empat Mahzab (Hambali, Hanafi, Maliki dan Syafi'i) lebih toleran terhadap penguasa yang saat itu represif.
     Jadi, kesimpulan dari perbedaan Islam Sunni dan Islam Syiah adalah karena permasalahan Politik. Sudah sepatutnya, permasalahan tersebut tidak di lebihkan lagi karena Islam sendiri sudah terjamin Al-Qur'an tidak akan pernah mampu dihancurkan.
»»  Read More ....

Minggu, 08 Januari 2012

Pendidik Terbaik Sepanjang Masa!!!

              Pandangan Rasulullah saw. Sebagai pendidik yg sukses bukan hanya datang dari kalangan islam, tapi juga dari golongan Barat. Robert L. Gullick dalam bukunya Muhammad, the Educator dengan tegas mengatakan bahwa Rasulullah adalah seorang pendidik yg luar biasa membimbing manusia menuju kemrdekaan dan kebahagiaan yg sangat besar.

            Robert menilai, Nabi Muhammad saw. berhasil mendidik bangsa Arab yg secara akademis tertinggal dari bangsa Mesir, Romawi dan Persia yg sudah akrab dengan dunia tulis-menulis, perdebatan, riset dan buku. Sementara bangsa Arab hanya mengenal bersyair, ilmu berkuda dan riwayat suku-suku. Namun berkat pendidikan yg diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam, secepat kilat bangsa Arab melejit potensinya. Dalam waktu yg singkat, bangsa Arab bisa mengambil ahli dan mewarnai peradaban Mesir, Romawi dan Persia tersebut.

            Ada beberapa tahap pendidikan yg dilakukan Rasulullah terhadap para sahabatnya, yaitu :
·         - Pertama, membangun iman. Dengan bekal ini kemudian muncul pribadi-pribadi yg bisa mengendalikan diri dan meyakini bahwa apa yg mereka lakukan kelak akan dimintai pertanggung jawaban Allah swt. Dari pancaran keimanan ini muncul pribadi-pribadi yg jujur, bertanggung jawab, amanah dan berakhlak mulia.
·         - Kedua, menjadi akhlak sebagai bagian dari yg sangat penting dalam proses pembinaan umat. Dalam berbagai kesempatan, Rasulullah memberi contoh konkrit tentang berakhlak yg baik dan mulia. Hasil dari didikan inilah lahir insan-insan yg berbudi pekerti mulia.
·       - Ketiga, pendidikan berbasis minat dan bakat. Rasulullah sangat tahu kelebihan dan keunikan para sahabat. Karena itulah, beliau tidak membebani sahabatnya diluar bakat dan kapasitas ilmiah mereka . Khalid bin Walid yg memiliki bakat kemiliteran yg menonjol, dibina menjadi panglima perang yg handal. Zaid bin Haritsah yg memiliki bakat dan minat dalam bidang berhitung dan berbahasa asing dibimbing menjadi ahli faroidh (hukum waris) dan juru bahasa, serta sekretaris pribadi.
·            -   Keempat, pendidikan berbasis doa dan riyadhah (berlatih). Rasulullah mengajarkan bahwa doa merupakan sesuatu yg penting bagi setiap mukmin. Dalam berbagai situasi dan kondisi, beliau memberi contoh bagaimana seharusnya berdoa. Rasulullah selalu menekankan bahwa dengan berdoa dan riyadhah, potensi lahiriah yg sebenarnya terbatas dapat dilipatgandakan.

            Begitulah pendidikan yg dilakukan Rasulullah hingga akhirnya lahir sekelompok manusia yg berakhlak mulia dengan iman yg kuat yg bergerak dalam satu komando untuk menegakkan agama islam.
»»  Read More ....

Selasa, 03 Januari 2012

Kemunculan Imam Mahdi dan Nabi Isa.As Di Akhir Zaman

Salah satu misteri dalam pelaksanaan ibadah haji yang tidak banyak disadari oleh umat Islam adalah peristiwa kemunculan Imam Mahdi dan proses pembaiatan terhadapnya di Makkah. Peristiwa akhir zaman ini terjadi selama berlangsungnya bulan haji, saat jutaan orang Islam dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Baitullah.

Hal ini pula yang sempat mengusik keingintahuan Kami selama melakukan ibadah haji pada musim haji tahun 1428 Hijriyah ini. Apalagi seorang Ustadz di tanah air yang sangat konsern dengan masalah tersebut mengirim surat elektronik kepada Kami agar selama bulan haji ini Kami juga memperhatikan tanda-tanda di sekitar Kami apakah tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi sudah tampak atau belum. Dalam beberapa kali pertemuan dengan Kami di tanah air, beliau telah menyampaikan tanda-tanda akan datangnya Imam Mahdi.

Kami masih ingat tausiyah beliau, “Umur umat Islam tinggal beberapa tahun lagi. Kiamat akan segera tiba. Terlebih syarat-syaratnya sudah bermunculan dihadapan kita semua. ” Dalam Qur’an surat Muhammad ayat 8, Allah SWT berfirman, “Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat, (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba. Karena sesungguhnya telah datang syarat-syaratnya. “

Tanda-tanda yang dimaksud salah satunya tercantum dalam hadits shahih Nabi SAW yang diriwayatkan Muslim dari ‘Umar bin Khaththab Radhiallaahu ‘anhu, yang diriwayatkan pula oleh Ahmad dari Ibnu ‘Abbas, “Apabila budak perempuan melahirkan tuannya, dan ketika penggembala kambing yang telanjang kaki serta kekurangan pakaian tinggal di gedung-gedung tinggi..”

Apa artinya dengan konteks zaman sekarang? “Sekarang ini, sudah banyak terjadi aneka kemaksiatan. Banyak dari hamba sahaya atau yang sekarang disebut sebagai pembantu, melahirkan anak dari hasil hubungan dengan majikannya, ” ujar Ustadz tersebut.

Lantas sudah banyak pula di zaman sekarang, orang-orang yang kekurangan pakaian (berpakaian namun tidak menutupi aurat) yang tinggal di gedung-gedung tinggi (apartemen), dan tingkah laku mereka sangat jahil dan tidak beda dengan penggembala kambing yang tidak terdidik.

Tanda-tanda lainnya adalah imraatus sibyaan (kekuasaan di tangan anak-anak). Itu bisa berarti bahwa penguasa di rumah tangga adalah anak-anak, bukan lagi orang tua. Atau, yang menjadi penguasa di masyarakat adalah para pemimpin yang berkarakter kekanak-kanakan, yakni mau menang sendiri, mengedepankan emosi, sewenang-wenang, dan sebagainya.

“Anak yang kurang ajar dan suka mengatur orangtua tidak cuma ada di Barat. Di negeri kita yang mayoritas Muslim pun terjadi, anak menyuruh ibunya begini-begitu. Seolah-olah anak itulah tuan, dan si ibu menjadi hamba sahaya, ” ujarnya lagi.

Lalu tanda lainnya adalah maraknya pemutusan silaturahim antar sesama Muslim. “Manusia sekarang ini rajin menggunakan telepon untuk bisnis, namun jarang sekali menelepon orangtua atau sanak-saudara. Alasannya sibuk, cari duit. Padahal menurut Rasulullah, barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya serta diperpanjang umurnya, maka bersilaturahimlah. Ini kan lucu dan terbalik. Kita sibuk cari duit tetapi justeru memutus silaturahim, ” tambahnya lagi.

Kami ingat semua segala tausiyah beliau. Dan saat Kami berada di tengah jutaan jamaah haji yang menjadi tamu istimewa di Baitullah ini, tentu menemukan tanda-tanda kedatangan Imam Mahdi bukan merupakan perkara yang mudah.

Allah SWT sejak mengutus Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa umat Nabi Muhammad SAW merupakan umat akhir zaman. Jadi, pengertian akhir zaman itu sudah berlaku sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW yang membawa Risallah Sempurna dan Terakhir, hingga hari kiamat. Kita ini tengah berada di dalam masa akhir zaman, yang tidak seorang pun tahu persis kapan kiamat itu datang.

Terbagi Lima

Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima. Pertama, masa kenabian, saat Rasulullah SAW masih hidup. Kedua, masa Khulafaur Rasyidin, mulai Abubakar, Umar, Usman, dan Ali. Ketiga, masa raja-raja menggigit (maalikan ‘adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu sampai runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924). Keempat, masa maalikan jabariyan (penguasa diktator atau penguasa yang zalim). Dan kelima, masa kembalinya sistem khilafah.

“Kita sekarang, umat Islam saat ini, tengah berada di dalam masa maalikan jabariyan atau penguasa yang zalim atau diktator. Umat Islam walau berjumlah banyak tetapi tidak memiliki kekuatan riil. Banyak tetapi seperti buih di lautan yang bisa dnegan mudah diombang-ambingkan oleh musuh-musuh Allah, ” ujarnya.

Kezaliman ini, sesuai dengan sunatullah, tidak akan berlangsung abadi. Ada sebagian umat Islam yang akan bangkit dan memimpin perlawanan terhadap kediktatoran tersebut. Hingga umat Islam akan berhadap-hadapan dengan musuh agama Allah yang sejati yakni kaum Yahudi. Kita akan berperang habis-habisan melawan Yahudi dan kemenangan akan didapat umat Islam. Yahudi akan hancur, bahkan Yahudi akan terus diburu hingga pohon-pohon dan batu pun berbicara, “Hai kaum Muslimin, di belakangku ada Yahudi yang bersembunyi!”

Seluruh pohon dan tumbuhan akan menunjukkan tempat persembunyian Yahudi kecuali satu pohon, yakni pohon gharqad yang merupakan pohon Yahudi. Jangan heran, sekarang pohon gharqad itu banyak ditanam oleh orang-orang Israel, untuk berlindung dari serangan kaum Muslimin.

Berbagai hadits shahih menyatakan bahwa Imam Mahdi akan hadir di Makkah dan dibaiat para pemuda yang berjumlah 313 orang, suatu jumlah yang sama dengan jumlah pasukan kaum Muslimin dalam Perang Badr. Hadirnya Imam Mahdi di Makkah diduga kuat di saat pelaksanaan musim haji, karena di musim haji inilah umat Islam dari segala penjuru dunia berkumpul di Baitullah untuk merapatkan shaft, menyatukan niat, dan semata-mata beribadah guna meninggikan keimanan dan menegakkan kalimatullah.

Ibadah haji bukan semata ibadah ruhiyah, namun juga memiliki nilai strategis politis dalam perjuangan umat Islam sedunia menuju Pan Islam (Persatuan Islam). Saat berkumpul di sekitar Baitullah, tidak ada lagi yang namanya umat Islam Indonesia, umat Islam Turki, umat Islam Inggris, umat Islam Afrika, umat Islam Cina, dan sebagainya. Semuanya adalah umat Islam. Titik.

Dalam perjuangan negara-negara Selatan menghadapi penjajahan dan imperialisme negara-negara Utara di masa awal dan pertengahan abad ke-20 Masehi, pelaksanaan ibadah haji kerap digunakan sebagai sebuah momen akbar pertemuan para tokoh perjuangan Dunia Islam untuk menyatukan niat dan hati, menyatukan langkah, mengatur strategi perjuangan, untuk bersama-sama bisa berjuang membebaskan negeri Muslim dan mengusir para “penjajah kafir”. Tokoh-tokoh perjuangan Indonesia seperti Agus Salim dan M. Natsir mengalami fase-fase ini.

Di saat umat Islam sedunia bertemu di Makkah, di saat umat Islam sedunia menanggalkan chauvinisme dan keashobiyahan duniawinya, di saat seperti itulah Imam Mahdi akan muncul dan dibaiat di depan Baitullah.

Pembai’atan ini tentu tidak disukai penguasa Semenanjung Arab yang langsung mengirim pasukannya untuk menangkap para pemuda itu. Namun Allah SWT akan membenamkan ke dalam bumi pasukan tersebut dan hanya menyisakan dua orang yang nantinya akan menceritakan kepada warga dunia bahwa teman-teman mereka telah tenggelam ke dalam bumi. Begitu kabar ini tersiar, semua orang akan gempar. Namun bagi kaum Muslimin yang paham tentang hadits-hadits shahih tentang munculnya Imam Mahdi, mereka akan sadar bahwa Imam Mahdi telah muncul. Dengan sesegera mungkin mereka akan berangkat memenuhi Baitullah untuk membai’atnya.

Kedatangan Imam Mahdi tentu ada syarat-syarat atau tanda-tandanya. Di antaranya adalah mengeringnya sungai Eufrat yang melintasi Irak dan ditemukannya gunung emas di bawah sungai itu. Nanti akan berduyun-duyun pasukan dari berbagai bangsa memperebutkan emas tersebut. Tiap seratus manusia datang, 99 di antaranya menemu kematian akibat berebut emas. Rasulullah Saw melarang umat-Nya ikut-ikutan dalam keserakahan itu.

Dajjal sendiri sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Sebuah hadits shahih yang panjang, diriwayatkan oleh Muslim dari Fathimah binti Qais, menyatakan bahwa ada seorang pengembara Nasrani (bukan Kristen) yang terdampar di sebuah pantai, ia turun dari kapalnya kemudian bertemu dengan binatang aneh. Binatang itu mengantarkannya ke sebuah biara.

Di biara ada seorang lelaki yang terpasung yang langsung bertanya, “Apakah sungai Tiberias sudah mengering? Apakah sudah muncul seorang lelaki yang bernama Muhammad yang disebut sebagai Nabi akhir zaman? Apakah lelaki itu sudah diusir oleh penduduk di negerinya sendiri?” Pengembara Nasrani itu penasaran, kemudian dia menelusuri Jazirah Arab untuk mencari lelaki yang dimaksud. Dia pun bertemu Muhammad SAW. Dia bertanya kepada Nabi, “Siapa orang yang dipasung itu?”

“Dialah Dajjal, ” ujar Nabi SAW. Namun Nabi SAW mengingatkan bahwa Dajjal tidak akan muncul sebelum Imam Mahdi keluar.

Tanda-tanda lainnya tentang saat kedatangan Imam Mahdi adalah terbunuhnya seorang khalifah. Namun kekhalifahan kini sudah tidak ada. Bisa jadi itu sebutan lain bagi seorang pemimpin negeri Muslim yang sangat nyata.

Empat Peperangan Besar

Ketika Imam Mahdi sudah dibai’at maka dia akan memimpin pasukan Islam dalam empat perang besar yang tidak lama waktunya. Pertama, perang melawan penguasa semenanjung Arab. Kedua, perang melawan penguasa zhalim Persia. Ketiga, perang melawan Rum atau Eropa. Dan terakhir perang melawan Dajjal dan 70 ribu tentara Yahudi. Semuanya dimenangkan pasukan Islam dengan gemilang.

Ketika Imam Mahdi sedang berkonsolidasi di Damaskus (Suriah), waktu shalat Shubuh tiba. Iqamat dikumandangkan, lalu Imam Mahdi hendak maju menjadi imam. Muncul tanda besar kedua akan terjadinya hari kiamat, yaitu Isa ‘Alaihissallam (As) turun di Menara Putih, masjid sebelah timur Damaskus.

Imam Mahdi memohon agar Isa yang menjadi imam shalat. Namun Isa As menolak, “Demi Allah, inilah kelebihan ummat Muhammad, sebagian engkau menjadi pemimpin sebagian ummat lainnya. Engkau pemimpin ummat ini, Imam Mahdi, Engkau yang memimpin shalat. Aku menjadi ma’mum. “

Sesudah shalat, mereka bertolak menuju hari bertemunya dua pasukan. Yaitu pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa As, melawan pasukan Yahudi yang dipimpin Dajjal. Perang ini akan berlangsung di dekat Masjidil Aqsha atau Baitul Maqdis, di sekitar bukit Armagido, dan sebab itu peperangan akhir zaman tersebut juga akrab disebut sebagai Perang Armageddon.

Dajjal akan tewas ditusuk tombak oleh Nabi Isa As di pintu Lod, salah satu gerbang Baitul Maqdis. Nabi Isa As lalu mengangkat tinggi-tinggi tombak itu, agar orang-orang yang selama ini percaya pada Dajjal dan menganggapnya sebagai Tuhan, menyadari kesalahannya. Kekhalifahan Islam pun berdiri untuk terakhir kalinya. Kemakmuran akan terjadi di mana-mana. Pada masa itu tetap ada orang kafir, sampai pada masa tertentu Allah SWT mendatangkan tanda akhir zaman, yaitu hembusan angin sepoi-sepoi dari arah Yaman (selatan).

Hal ini terjadi setelah wafatnya Isa As. Semua orang Islam, walau yang hanya punya keimanan sebiji zarah, akan menghirup udara itu dan meninggal dengan penuh damai. Itulah akhir dari umur umat Islam.

Kiamat

Setelah umat Islam habis di dunia fana, maka tinggalah kini dunia dihuni oleh orang kafir. Kemaksiatan dan kekacauan terjadi di mana-mana, karena tidak ada lagi yang mengerjakan amar ma’ruf nahiy munkar. Rasulullah SAW menggambarkan, saat itu manusia tak akan malu-malu bersenggama seperti keledai di jalanan. Makkah dan Madinah dihancurkan, sehingga datanglah kiamat yang sangat mengerikan. Berakhirlah segala kehidupan di dunia fana ini.

Sudahkah kita mempunyai bekal yang cukup guna menghadapi satu di hari yang pasti terjadi, yang tidak ada seorang pun mengetahui kapan itu terjadi, yang mungkin saja terjadi esok atau beberapa jam setelah Anda membaca tulisan ini. Marilah kita membersihkan niat ibadah kita, semata-mata hanya untuk Islam dan Allah SWT, bukan untuk perkara-perkara yang amat sangat murah dan sepele seperti halnya kursi kekuasaan yang hanya akan membuat kita lalai dalam mengingat Allah SWt dan umat-Nya. Wallahu’alam bishawab.
»»  Read More ....

Minggu, 01 Januari 2012

(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ

stilah buraq mungkin berasal dari istilah barqu yang berarti kilat sebagaimana terdapat pada QS. Al Baqarah ayat 20,
“Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas segala sesuatu.”
Dengan perubahan istilah barqu menjadi buraq, Nabi Muhammad SAW hendak menyampaikan kepada kita bahwa kendaraannya itu memiliki kecepatan di atas sinar. Suatu kendaraan dengan kecepatan yang sangat jauh meninggalkan teknologi yang sudah kita capai sekarang ini.
Berdasarkan penyelidikan, kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300.000 km per detik. Bila diketahui jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil, maka diperlukan waktu dilintasi oleh sinar dalam 8 menit.
Sedangkan untuk menerobos garis tengah jagat raya memerlukan waktu 10 milyar tahun cahaya, dengan melalui galaksi-galaksi, yang selanjutnya menuju kulit bola alam raya.

Bagaimana dengan kecepatan malaikat?
Seperti kita pahami, satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi. Ini ada di dalam QS. Al Ma’arij ayat 4,
”Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”
Sementara, untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Sidratul Muntaha, dengan melewati angkasa raya yang disebut sebagai ‘Arsy Ilahi, setidaknya diperlukan waktu 10 milyar tahun cahaya (bahkan mungkin lebih dari itu, wallahu a’lam).
Artinya untuk perjalanan tersebut diperlukan waktu seperti perhitungan berikut ini:

1 hari malaikat = 50.000 tahun
200.000 hari malaikat = 10 milyar tahun (cahaya)
200.000 hari = 547,9 tahun (dengan perbandingan 365 hari = 1 tahun).

Berdasarkan data di atas, malaikat memerlukan waktu 547,9 tahun, untuk melintasi jagat raya. Namun pada kenyataannya, malaikat Jibril dalam peristiwa Mi’raj, menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi (maksimum 12 jam).
Jadi kecepatan buraq, berkali-kali lipat daripada kecepatan kilat, bahkan melebihi kecepatan malaikat sekalipun.
Dengan demikian, wajarlah bila dikatakan, peristiwa Isra’ Mi’raj diperjalankan oleh Allah sebagaimana ditunjukkan dalam QS. Al Isra’ ayat 1,
”Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Suatu perjalanan yang digunakan untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
»»  Read More ....

Teori Fisika Hawking, mengungkap Perjalanan Isra' Mi'raj Rasulullah?

Salah satu mukjizat Nabi Muhammad, adalah diperjalankannya beliau oleh Allah melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.
Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.

Teori Lubang Cacing

Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.
Kemudian dilanjutkan oleh  Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).
Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.
Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan popnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.
Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.
Berdasarkan teori Roger Penrose :
“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“
Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :
Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.
Dalam kondisi singularitas awal jagat raya Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilan besaran yang tidak dapat diramalkan.
Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagat raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya. Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.
Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan. Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.
Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” (dengan kekuasaan Allah Swt) kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.
Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya. Dalam bahasa ilmu kalam :
“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Luh Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”
Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam). Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad, sewaktu menjalani isro’ dan mi’raj.
Sebagaimana firman Allah :
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal…
(QS. An Najm /53:13-15)

, namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah…
Se-andainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing (worm hole)” semesta, seperti yang di-utarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus di-ingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang  kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).
Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang). Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :
1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.
2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).
3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan.
Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian dimasa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya…
»»  Read More ....

2012 : Invasi ALIEN dan Berita Al Qur’an ?

Banyak orang meyakini di tahun 2012, adalah tahun serbuan Alien ke Bumi. Hal tersebut dapat kita lihat di berbagai berita, baik media cetak maupun elektronik.
Berkenaan dengan Serbuan Makhluk Luar Bumi, Al Qur’an menjelaskan :
Hingga apabila dibukakan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al Anbiya (21) ayat 96)
Ayat ini mengindikasikan bahwa Ya’juj dan Ma’juj muncul bukan dari bawah. Tapi dari atas. Dan kata “seluruh tempat yang tinggi” dapat diasumsikan bahwa mereka bukan muncul dari atas gunung tertentu. Namun lebih berkonotasi seperti turunnya air hujan.
Ayat diatas juga membantah kalau Ya’juj dan Ma’juj muncul dari atas seluruh gunung. Karena tembok Zulkarnain (sepanjang pengetahuan kami) hanya ada satu, dan letaknya bukan di atas seluruh gunung.
Jadi misteri ayat ini adalah, tembok Zulkarnain yang menghalangi invasi Ya’juj dan Ma’juj itu. sebenarnya bangunan apa?
Mengapa strukturnya harus dari Kerangka Besi, dibalut Cor Tembaga (QS. Al Kahfi (18) ayat 94-96), dan Sangat Tinggi?
Bagaimana caranya bangunan ini menghalangi Ya’juj dan Ma’juj ribuan tahun tanpa bisa ditembus (QS. Al Kahfi (18) ayat 97) , ataupun diputari?
Jika kita gambarkan Gerbang Zulkarnain sebagai satu tembok biasa, tentu ukurannya sangat besar dan menghadap ke atas (ingat : Ya’juj dan Ma’juj, turun dari seluruh tempat yang tinggi)…
mungkinkah tembok yang dimaksud adalah sebuah medan energi, yang dihasilkan oleh rangkaian peralatan yang terbuat dari besi dan tembaga… ???
Logam TEMBAGA yang mampu memuat dan mengalirkan arus listrik/api/panas, jika ditambah Logam BESI yang juga mengalirkan panas, jika terkena panas/api. Maka benturan 2 logam tersebut akan membentuk fluktuasi energi berupa medan listrik/panas.
Medan Energi inilah yang mungkin tidak bisa di dekati oleh bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Dengan catatan, selama sinar matahari masih terus menempa tempat tersebut.
Mungkinkah tembok yang berbentuk medan energi ini, dibangun untuk menyegel suatu gerbang “worm hole” yang menghubungkan bumi dengan tempat lain di luar angkasa ?
Atau mungkinkah sebagai penghalang bagi sebuah gerbang dimensi lain?
Namun yang pasti, jika teori di atas benar, saat ini kita tidak perlu terlalu khawatir, selama Bumi masih disinari Matahari.
Tapi jangan terlena dulu, sekitar 300 tahun yang lalu, aktivitas Matahari pernah meredup.
Lahan perkebunan dan permukiman warga di Swiss tertutup salju. Bahkan, sebagian wilayah rusak diterjang banjir salju. Kanal-kanal dan sungai di Inggris Raya dan Belanda pun tak lagi dialiri air karena airnya sudah membeku. Sebagian warga memanfaatkannya untuk berselancar di atas sungai bersalju itu. Laut Baltik pun membeku dan membuat orang-orang bisa menyeberang dari Polandia ke Swedia tanpa perahu.
Pada 1658, akibat membekunya Green Belt, mendorong tentara Swedia menginvasi Denmark menggunakan pasukan berkuda. Tak hanya di Swiss, Inggris, dan Belanda, fenomena tertutupnya daratan oleh salju itu menyelimuti seluruh Eropa. Di kawasan Amerika Utara pun demikian.
Para ahli sejarah kemudian menamai fenomena ini dengan Little Ice Age atau Zaman Es Kecil. Memang bukan terjadi beberapa waktu terakhir, melainkan pada 1641–1715. Membekunya Eropa dan Amerika Utara ini praktis berlangsung selama 74 tahun.
Dampaknya, hasil pertanian dan perkebunan gagal sehingga kelaparan mengancam daratan Eropa waktu itu.Musim salju berkepanjangan menimpa Eropa kala itu karena Matahari mengalami penurunan aktivitas atau solar minimum. Penurunan aktivitas Matahari itu membuat wilayah utara Bumi menjalani musim dingin karena suhu turun 1–1,5 derajat Celcius.
Akankah peristiwa 300-an tahun lalu itu terulang, di tahun 2012 ?
Mungkinkan Ya’juj dan Ma’juj, akan meng-invasi Bumi ketika peristiwa ini kembali terulang ?


»»  Read More ....

Kamis, 29 Desember 2011

8 Alasan, Al-Qur'an Merupakan Kitab Tercanggih di Bumi

Kitab suci Al Qur’an adalah kitab suci yang akan terjaga kemurniannya. Allah SWT telah berjanji bahwa Dia yang menurunkan Al Qur’an dan Dia juga yang menjaganya. Ini ada di dalam QS.Al Hijr (15) ayat 9,
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.”

Sejarah Mushaf Al Qur’an
Pada masa Rasulullah SAW, ketika ada ayat Al Qur’an yang turun, untuk memudahkan dalam menghafal, Rasulullah SAW meminta juru tulisnya untuk mencatat dan menunjukkan posisi ayat tersebut dalam surat-surat Al Qur’an. Para juru tulis Rasulullah SAW di antaranya Ali bin Abu Thalib, Zaid bin Tsabit, dan Ubai bin Ka’ab.
Ketika zaman Khalifah Abubakar, terjadi peperangan di Yamamah tahun 12 H. Pada perang tersebut ada 70 qari dan sekaligus hafidz (penghafal Al Qur’an) sahabat Rasulullah SAW yang gugur. Atas usulan dari Umar bin Khattab, tulisan-tulisan Al Qur’an yang tercecer di sana-sini dikumpulkan jadi satu. Tulisan-tulisan tersebut tercerai berai karena ditulis di pelepah kurma, daun lontar, batu, dan sebagainya. Di lingkungan sahabat, belajar Al Qur’an dengan mengandalkan kekuatan hafalan mereka.
Selanjutnya pada masa Khalifah Utsman, dibentuklah panitia penulisan Al Qur’an untuk dibukukan jadi mushaf. Melalui kerja keras, berdasarkan hafalan dari para sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup dan kumpulan tulisan-tulisan yang ada, akhirnya tugas berat tersebut dapat diselesaikan.
Ada 5 mushaf induk sebagai panduan dan disebarkan ke Makkah, Syria, Basrah, Kufah, dan 1 lagi tetap berada di Madinah. Dari mushaf inilah disalin dan disebarluaskan ke seluruh dunia.

Pada tahun 1436 M ditemukan mesin cetak oleh Johannes Guttenberg. Dari penemuan ini akirnya ditemukan mesin cetak dengan huruf Arab pada tahun 1486 M.
Pada tahun 1684 M dalam upaya untuk mempelajari Islam dan bahasa Arab, Al Qur’an mulai dicetak di Hamburg. Kegiatan serupa juga dilakukan di Bavaria, Rusia, dan Qazan. Seterusnya pada tahun 1834 M telah ada cetakan khusus Al Qur’an di kota Luziq.
Pada tahun 1890 M di Kairo, dicetak mushaf Al-Milkhallalaty yang mematuhi rasm ‘utsmany dan diberi tanda waqf. Hal serupa dilakukan oleh para ulama Al Azhar pada tahun 1923 M. Setelah cetakan pertama tersebut, dilakukan lagi pemeriksaan dengan lebih teliti pada mushaf. Kegiatan ini dipimpin langsung Syeikhul Azhar untuk cetakan yang kedua.
Kerajaan Saudi pun tidak mau ketinggalan. Dengan biaya yang cukup tinggi dimulailah proyek Mushaf Makkah Al-Mukkaramah dengan membeli mesin cetak dari Amerika Serikat. Setelah proses penulisan dan koreksi selama 5 tahun, yang melibatkan ahli khat ternama, para ulama, serta masyikhah Al Azhar.
Pada tahun 1947 M dimulai percetakan Al Qur’an ukuran besar dan selesai tahun 1949 M. Setelah itu, baru dicetak untuk berbagai ukuran. Di tahun 1984 M di atas tanah 250.000 m2 dibangun percetakan Al Qur’an terbesar di dunia, yang berada di Madinah Al Munawwarah.

Mukjizat Al Qur’an
Selain terjaga keasliannya, Al Qur’an setidaknya memiliki 8 Keistimewaan, yaitu :
1. Keajaiban pada susunan ayat dan huruf-hurufnya
2. Keajaiban pada kisah-kisahnya,
          3. Bisa dihapal
          4. Mengajarkan Ahlaq serta Kebaikan
5. Tidak kontradiktif antar ayat
6. Tidak bertentangan dengan Sains
7. Memiliki bahasa yang indah
8. Bisa dipraktekkan di setiap waktu
Ke-8 Kecanggihan ini, berkumpul di dalam satu kitab (Al Qur’an), yang rasanya mustahil bisa ditiru oleh kitab-kitab lainnya.
Benarlah, bahwa Allah SWT yang menurunkan Al Qur’an dan sekaligus menjaganya. Bacaan Al Qur’an juga tidak mungkin diganti, karena ada begitu banyak orang yang hafal Al Qur’an di seluruh dunia.
Jadi, janji Allah SWT pasti akan selalu dilaksanakan. Sangatlah rugi bagi kita umat Islam, yang tidak mau mencintai dan mempelajari dengan sungguh-sungguh, apa isi dari Al Qur’an.
»»  Read More ....

Menghitung Umur Semesta?

Ada yang mencoba, menghitung Umur Semesta…
Namun, bukan melalui penelitian selama bertahun-tahun…
Akan tetapi, hanya cukup dengan beberapa ayat di dalam Al Qur’an…
Hasilnya !
Umur Semesta diperoleh angka 18,26 milyar tahun…
Kok bisa secanggih itu ya?
Terus bagaimana angka  18,26 milyar, bisa diperoleh ?
(1). Berdasarkan informasi Al Qur’an, keberadaan alam dunia tidak lebih dari 1 hari. Ini termuat dalam QS. Thaha ayat 104.
“Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, ‘Kami tinggal (di dunia) tidak lebih dari sehari saja.’.”
(2). Sehari langit sama artinya dengan 1.000 tahun perhitungan manusia. Dijelaskan dalam QS. Al Hajj ayat 47.
“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar adzab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”
(3). Sehari kadarnya 50.000 tahun yang termuat dalam QS. Ma’arij ayat 4.
“Para malaikat dan Jibril naik, (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”
Bila 1 tahun manusia adalah 365,2422 hari, maka sehari langit diperoleh:
365,2422 x 50.000 x 1.000 x 1 diperoleh 18,26 milyar tahun.
Wah, ini perhitungan matematika yang sangat canggih!

Ternyata paparan itu dibuktikan oleh pendapat Moh. Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything. Dia menyatakan kalau umur alam semesta itu 17—20 milyar tahun. Sementara, Profesor Jean Claude Batelere bilang kalau umur semesta itu kisarannya ada di 18 milyar tahun. Terus ditambah dengan teori NASA yang mengeluarkan data umur semesta itu ada di kisaran 12—18 milyar tahun.
Para ilmuwan dengan segala peralatan canggihnya dan ilmu ’tingginya’ berusaha menguak berapa umur semesta, ternyata sebenarnya di dalam Al Qur’an sudah tertera dengan begitu jelasnya tentang misteri itu.
Apakah anda percaya… dengan semua perhitungan di atas ?
boleh yakin… boleh juga tidak…
WaLlahu a’lamu bisshawab…
»»  Read More ....